Sebagai salah satu dari dua kota suci bagi umat Islam, Mekkah al-Mukarramah terletak di sebelah barat jazirah Arab dan Kota Najed. Kota Mekkah sendiri adalah kota tersibuk di dunia, yang setiap tahunnya melayani jutaan orang jamaah haji dan jamaah umroh setiap bulannya. Uniknya dibalik sibuknya kota suci ini, Mekkah adalah sebuah kota yang terletak di lembah yang kering dan sesungguhnya dikelilingi bukit-bukit tandus dan tanah berbatu yang membentang dari ujung barat hingga ujung timur. Bukit atau gunung ini sebenarnya lebih merupakan gundukan batu yang menyilaukan mata bila dilihat di bawah terik matahari.

Diantara bukit-bukit batu tersebut, setidaknya ada lima bukit (atau jabal dalam bahasa Arab) yang menjadi saksi sejarah jejak langkah para nabi, terutama Nabi Adam AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Nabi Muhammad SAW ketka menyebarkan agama Islam.

 

Jabal Rohmah

Jabal Rohmah berarti gunung kasih sayang. Bukit ini menjadi tempat dimana Nabi Adam dan Siti Hawa bertemu usai dipisahkan karena dihukum Allah SWT turun ke bumi akibat mengikuti bujuk rayu setan. Lokasi pertemuan yang penuh perasaan haru diantara mereka menjadi alasan bukit tersebut dinamai Jabal Rohmah, yang ditandai dengan tugu putih kerucut di puncaknya bila muslim traveler berziarah ke sana.

Bukit ini terletak di Padang Arafah, sekitar 25 kilometer tenggara kota Mekkah. Tidak seberapa jauh dari kaki gunung dan berdekatan dengan hamparan batu-batu besar terdapat masjid yang terbuka, dan menurut sejarah, di tempat ini pula Nabi Muhammad SAW pernah wukuf berkendaraan diatas untanya yang bernama Qush Waa’ dan masjid tersebut diberi nama Masjid Ash Shakh Raat.

 

Jabal Nur

Di gunung ini nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama ketika sedang bertafakur di sebuah gua kecil yang bernama Gua Hira (wahyu surat Al Alaq 1-5). Turunnya ayat tersebut sekaligus mengukuhkan diri Rasulullah sebagai utusan Allah untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Jabal Nur berada 5 kilometer utara Mekkah atau sebelah kiri perjalanan menuju Padang Arafah. Tinggi puncaknya mencapai 200 meter, dengan lama perjalanan menuju Gua Hira kira-kira dua jam. Luas bagian dalam gua ini hanya cukup menampung tiga orang salat berdiri dan dua orang tidur berdampingan.

 

Jabal Tsur

Gunung ini terdiri atas bebatuan yang terjal sehingga dibutuhkan waktu hampir satu setengah jam untuk mendakinya. Terjalnya bukit ini sering kali menyulitkan peziarah yang berkunjung. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur yang bersejarah. Jabal Tsur menjadi saksi perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW bersama sahabat Abu Bakar menuju Madinah, saat itu bernama Yatsrib. Di gua ini Nabi berlindung dari kejaran kaum kafir Quraisy yang terus menghalangi dakwah nabi di kota Mekkah.

 

Jabal Qurban

Jabal Qurban adalah bukit yang dipercaya merupakan salah satu saksi sejarah dari peristiwa yang melatarbelakangi ibadah Qurban. Nabi Ibrahim diutus Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih anaknya sendiri yaitu Nabi Ismail. Di Jabal Qurban inilah tempat dimana Nabi Ibrahim hendak menyembelih Ismail namun kemudian digantikan dengan seekor domba sebagai gantinya.

Jabal Qurban terletak di Kota Mina, 5 kilmeter dari Mekkah. Sesuai namanya, jamaah haji biasanya dibawa ke tempat ini lalu dipersilakan untuk mengabil hewan kurban.

 

Jabal Qubais

Pada awalnya Jabal Qubais dikenal dengan Jabal al Amin (Bukit Kepercayaan). Hal ini dikarenakan Allah SWT telah menyelamatkan batu hajar Aswad ketika topan dan banjir bandang di zaman Nabi Nuh AS. Hajar aswad kembali ditemukan oleh nabi Ibrahim atas pertolongan malaikat Jibril ketika hendak membangun kembali Baitullah yang hancur, untuk kemudian disimpan di sudut Ka’bah.

Jabal Qubais terletak di sebelah timur Baitullah atau menghadap bukit Shafa dan sangat berdekatan dengan Masjidil Haram. Meskipun mempunyai makna historis, namun saat ini gunung tersebut telah hiang digantikan dengan bangunan istana Raja Saudi yang bermanfaat bagi keluarga kerajaan ataupun tamu negara yang akan beribadah haji atau umroh.

Nah, jadi sempatkan untuk berziarah ke beberapa bukit bersejarah diatas bilamana sedang berhaji atau umroh.